Friday, March 20, 2015

Logo baru Jogja istimewa. Sederhana kah?

TEMPO.CO, Yogyakarta - Jogja mempunyai Tagline baru untuk rebranding Yogyakarta. Logo ini hasil lomba yang diadakan di masyarakat Jogjakarta.  Akhirnya diumumkan berupa kata “istimewa” sebagai pengganti tagline lama “Never Ending Asia”. Sedangkan logo barunya berupa tulisan “jogja” dengan huruf kecil semua. Tampilan logo dan tagline menggunakan warna merah bata dengan latar belakang putih.

Pengumuman disampaikan Tim 11 yang selama ini menjembatani masyarakat dengan pemerintah DIY untuk memberikan usulan logo dan tagline baru. “Kedua warna itu menunjukkan kesan egaliter,” kata anggota Tim 11, Marzuki “Kill The DJ”, dalam pemaparan di hadapan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X, sejumlah bupati, dan beberapa pejabat pemerintah DIY di gedung Pracimosono, Yogyakarta, Kamis, 5 Februari 2015.

Logo Jogja istimewa menggunakan warna merah bata, yang menurut Marzuki, mewakili warna khas Keraton Yogyakarta. Warna itu merupakan simbol keistimewaan Yogyakarta yang dalam bahasa Jawa diartikan sama dengan gumregah atau bersemangat. “Itu simbol gerakan rakyat. Jogja gumregah itu sama istimewanya. Cari kosakata Indonesia-nya enggak mudah,” kata Ketua Tim 11 Herry Zudianto, yang mantan Walikota Jogja.





Branding logo jogja istimewa yang baru itu sudah diluncurkan pada 7 Maret lalu. Pilihan 7 Maret, menurut Herry, adalah usulan Sultan. Sebelumnya, peluncuran direncanakan dilakukan pada 1 Maret atau 8 Maret. “Tanggal 7 Maret mendatang peringatan jumenengan Sultan,” kata Herry.


Sultan, yang turut menentukan branding logo “Jogja Istimewa”, mengatakan branding baru itu dipilih karena kalimat yang dipakai sederhana. Tak banyak lekukan pada logonya, dan kesederhanaan itu mewakili karakter masyarakat Yogyakarta. “Enggak hanya istimewa orangnya, tapi juga daerahnya dan birokratnya,” kata Sultan.

Pengumuman branding logo Jogja Istimewa baru itu, menurut anggota Tim 11 M. Arief Budiman, juga sekaligus untuk mengetahui pendapat publik. Yaitu apakah branding tersebut diterima publik atau tidak. “Kalau mau tahu cara melihat logo itu bagus atau tidak, taruh saja di kaus. Nanti harganya mahal dan laku tidak,” kata Arief, pengelola perusahaan desain Petak Umpet.

Sebelumnya, ahli pemasaran Hermawan Kertajaya sudah menyiapkan logo baru Yogyakarta dengan branding “New Jogja”. Menurut Hermawan, branding itu bisa menerjemahkan Sabda Tama Sultan dan kelahiran kembali Yogyakarta. Hermawan juga yang menciptakan branding Yogyakarta sebelumnya: “Jogja Never Ending Asia”. Namun logo baru itu ditolak sejumlah kalangan lewat gerakan “Jogja Darurat Logo”. tempo.co

Tuesday, March 03, 2015

Tas dan kerajinan batik. Harga grosir


Aneka tas kerajinan tangan dapat dijumpai di seputaran jogja. Khusus untuk kali ini, anda bisa memilih model kerajinan yang anda sukai, dan dapat dikirim ke alamat anda. Bahan tas berasal dari batik sutra handmade, sangat elegan dan menampilkan pesona diri yang kuat dan anggun. Berbagai produk nampan dan stoples juga tampil cantik dan unik. Dibuat dari bahan kulit sintetis yang halus dan rapi dalam pengerjaannya. Silakan pilih dan pesan pada kami. Harga grosir.

Arts, and crafts bags can be found in around Jogja. Special for this time, you can choose the model of crafts that you like, and can be sent to your address. Material derived from batik silk purse handmade, very elegant and give you a strong self charm and graceful. Various product trays and jars also look beautiful and unique. Made from synthetic leather material in a smooth and neat processing. Please select and contact us to be delivered to you at grocery price.